Cuaca Ekstrem Mengintai Cimahi, BPBD Petakan 10 Titik Rawan Bencana

CIMAHI–Mediacermat.com
Warga Kota Cimahi diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana alam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi telah memetakan sedikitnya 10 titik rawan bencana dan menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat sebagai langkah utama mitigasi.
Isi (dipadatkan tanpa menghilangkan substansi):

Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fitriandy Kurniawan atau Andi, mengatakan lewat telepon selulernya menyampaikan, mitigasi bencana terus dilakukan bersama perangkat daerah terkait, termasuk DPKP, dengan fokus pada peningkatan kapasitas dan peran aktif masyarakat. Menurutnya, keterbatasan personel BPBD membuat keterlibatan warga menjadi kunci dalam penanganan darurat.

"Kami terus mengedukasi masyarakat agar memahami cara menyelamatkan diri sesuai jenis bencananya. Tidak mungkin semua ditangani BPBD,” ujar Andi, Jum'at (30/01/2026).

Ia menjelaskan, penanganan bencana berbeda-beda. Untuk gempa bumi, warga diarahkan mengenali titik kumpul dan jalur evakuasi. Pada banjir dan genangan, masyarakat harus mengetahui lokasi aman, sementara saat angin kencang warga diimbau mencari tempat berlindung. Adapun pada kondisi kekeringan, penghematan air menjadi langkah utama.
BPBD Cimahi juga telah memetakan wilayah rawan bencana. 

Untuk potensi gempa, kawasan Sesar Lembang dan Kelurahan Cipageran perlu diwaspadai. Banjir dan genangan kerap terjadi di Kelurahan Melong serta daerah limpasan Sungai Cigugur. Sedangkan potensi longsor teridentifikasi di wilayah Cireundeu dan Cigugur Tengah.

Terkait kawasan rawan longsor, Andi menegaskan relokasi warga membutuhkan proses panjang dan kebijakan lintas sektor. BPBD, kata dia, lebih berperan pada edukasi dan imbauan keselamatan. Selain itu, BPBD memberi perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti lansia, janda, dan warga dengan keterbatasan fisik agar mendapat pendampingan saat bencana.

“Bencana bersifat dinamis dan tidak bisa diprediksi sepenuhnya. Kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat adalah kunci utama,” tutupnya. *) Yhs
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru