334 Taekwondo Cimahi Adu Teknik di UKT, Bibit Atlet Porprov Mulai Dipantau

CIMAHI, Media Cermat. Com – Ratusan taekwondoin muda Kota Cimahi mulai diuji bukan hanya untuk mengejar kenaikan sabuk, tetapi juga menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan tim pembina. Sebanyak 334 peserta dari 35 unit mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Periode Ketiga Tahun 2026 yang digelar Pengurus Cabang Taekwondo Indonesia (Pengcab TI) Kota Cimahi.

Pelaksanaan UKT menjadi bagian dari pola pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Agenda tersebut digelar setiap tiga bulan atau sebanyak empat periode dalam setahun, sehingga perkembangan kemampuan para atlet maupun anggota dari setiap unit dapat terus dipantau melalui tahapan kenaikan tingkat berlangsung di GOR Sangkuriang, Minggu (20/09/2026).

Bidang UKT Pengcab TI Kota Cimahi, Restu Ragan, mengatakan peserta pada periode ketiga ini berasal dari berbagai unit yang tersebar di Kota Cimahi. Jumlah tersebut sekaligus memperlihatkan banyaknya anggota yang mengikuti proses pembinaan taekwondo secara berjenjang.

“Untuk periode ketiga tahun 2026 ini tercatat sebanyak 334 peserta dari 35 unit yang tersebar di seluruh Kota Cimahi ikut serta dalam UKT,” kata Restu.

Dalam pelaksanaannya, setiap peserta tidak mendapatkan materi yang sama. Tingkatan sabuk menentukan materi yang harus dikuasai, mulai dari peserta sabuk putih hingga mereka yang berada di tingkat merah strip dua. Setiap materi memiliki jurus yang harus diperagakan sebagai bagian dari tahapan ujian.

"Restu menjelaskan, sabuk putih mendapatkan materi basic 1 dan basic 2. Kemudian kuning polos basic 2 dan basic 3, kuning strip basic 3 dan 3-1, hijau polos 3-1 dan 3-2, hijau strip 3-2 dan 3-3, biru polos 3-3 dan 3-4, serta biru strip 3-4 dan 5. Untuk merah strip 1 materi yang diberikan adalah 5 dan 6, sedangkan merah strip 2 materi 6 dan 7 sebelum berlanjut ke merah polos hingga sabuk hitam,"bebernya.

Namun, UKT tidak berhenti pada persoalan naik atau tidaknya tingkatan sabuk. Dari proses tersebut, Pengcab TI Kota Cimahi juga memiliki kesempatan untuk mengamati kemampuan peserta yang berpotensi dikembangkan menjadi atlet, baik pada nomor Kyorugi maupun Poomsae.

Pembinaan tersebut memiliki kaitan dengan persiapan menghadapi kompetisi yang lebih besar. Restu menyebut Cimahi sebelumnya telah memiliki atlet yang mampu menembus PPLP Jawa Barat. Salah satunya Hendro Gunawan yang pernah menjadi bagian dari pembinaan tersebut dan meraih medali perunggu saat tampil pada PON Papua.

“Alhamdulillah dari Cimahi ada atlet yang lolos ke PPLP Jabar atas nama Hendro Gunawan, meskipun sekarang sudah off. Di PON Papua atlet binaan Kota Cimahi tersebut berhasil mendapatkan medali perunggu,” ujarnya.

Untuk menghadapi Porprov 2026, sejumlah atlet Cimahi juga tengah dipersiapkan. Sebelumnya pada Babak Kualifikasi Porprov 2025, Kota Cimahi berhasil mengoleksi empat medali emas dari kategori Kyorugi dan Poomsae. Atlet-atlet tersebut kini menjadi bagian dari persiapan menuju pertandingan Porprov yang dijadwalkan berlangsung Oktober hingga November 2026 di Kota Bogor, Bekasi dan satu kota lainnya," tambah Restu.

Restu berharap UKT dapat menjadi bagian penting dalam menemukan sekaligus mengembangkan atlet potensial dari Kota Cimahi. Menurutnya, peningkatan kualitas harus dilakukan sejak proses pembinaan dasar sehingga para atlet memiliki kemampuan untuk bersaing pada level yang lebih tinggi, termasuk Porprov, PON maupun kejuaraan nasional.

“Harapannya dengan adanya kenaikan tingkat ini bisa melihat bibit-bibit atlet dari Poomsae ataupun Kyorugi, serta meningkatkan kualitas atlet Kota Cimahi secara keseluruhan agar mampu bersaing dan berprestasi di kancah yang lebih tinggi,” katanya.

Ia pun berpesan kepada seluruh peserta agar menjalani ujian dengan serius dan mengikuti setiap materi yang diberikan dengan sebaik-baiknya. “Saya berpesan bagi peserta ikuti ujian dengan baik dan semoga lulus semua,” pungkas Restu. (Mega)

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar