Ketua DPRD Cimahi Wahyu Widyantoko: AI Momentum Tingkatkan Kualitas SDM dan Daya Saing Daerah
CIMAHI -MEDIA CERMAT.Com - Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyantoko, menilai perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) harus menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah, khususnya di Kota Cimahi.
Hal itu disampaikan Wahyu Widyantoko usai menghadiri kegiatan Mudzakarah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Jawa Barat yang mengangkat tema “Transformasi SDM di Era AI: Pendidikan, Talenta, dan Kepemimpinan Masa Depan.”
Kegiatan yang digelar ICMI Orwil Jabar tersebut menghadirkan narasumber utama Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, dengan pemaparan mengenai pentingnya adaptasi dunia pendidikan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Dalam forum tersebut, Wahyu menyimak secara langsung paparan Menteri mengenai strategi pengembangan talenta nasional, transformasi pendidikan, serta kepemimpinan masa depan yang harus mampu menjawab tantangan era disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan.
Menurut Wahyu, kemajuan AI tidak bisa dipandang semata-mata sebagai kecanggihan teknologi, melainkan juga menyangkut kesiapan manusia dalam memahami, memanfaatkan, dan mengembangkan teknologi tersebut secara produktif dan bertanggung jawab untuk kepentingan masyarakat.
"AI bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang bagaimana kita mempersiapkan manusia agar mampu berinovasi, berpikir kritis, dan menciptakan solusi bagi masyarakat," ujar Wahyu, Senin (13/10/2025).
Ia menegaskan, penguatan kualitas SDM harus menjadi perhatian utama semua pihak agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna atau konsumen teknologi, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai pencipta inovasi dan penggerak daya saing daerah.
"Menurutnya, dunia pendidikan memiliki posisi yang sangat strategis dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan besar akibat AI. Penguasaan literasi digital, ilmu pengetahuan, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta pemahaman etika harus dikembangkan secara beriringan dan berkelanjutan," ucap Wahyu.
Wahyu juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang visioner dan adaptif dalam merespons perubahan zaman. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mampu membaca arah perkembangan teknologi sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Sebagai Ketua DPRD Kota Cimahi, ia meyakini bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknologi, tetapi juga oleh kualitas manusia yang menggerakkan pembangunan di daerah tersebut.
"Karena itu, kata Wahyu, penguatan pendidikan, peningkatan kompetensi generasi muda, pengembangan talenta digital, serta kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama membangun kesiapan daerah menghadapi transformasi digital," tambahnya.
Dalam konteks pembangunan Kota Cimahi, Wahyu menilai perkembangan AI perlu disikapi sebagai peluang untuk mendorong inovasi, meningkatkan produktivitas, dan memperluas kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan kompetensi di berbagai bidang.
"Dia juga memandang pentingnya dukungan kebijakan yang mampu mendorong peningkatan kualitas SDM sekaligus memastikan transformasi digital berlangsung secara inklusif, berkeadilan dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat" kata Wahyu.
Menurut Wahyu, tantangan era AI tidak cukup dijawab dengan hanya mengikuti perkembangan teknologi. Diperlukan upaya berkelanjutan untuk membangun manusia yang memiliki pengetahuan, integritas, kreativitas, dan kemampuan mengambil keputusan secara bijaksana.
"Teknologi akan terus berubah, tetapi kualitas manusia tetap menjadi fondasi utama kemajuan," demikian pesan yang menjadi inti refleksinya terhadap transformasi SDM di era kecerdasan buatan.
Wahyu berharap momentum perkembangan AI ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas generasi muda dan mendorong Kota Cimahi menjadi daerah yang semakin adaptif, inovatif, serta memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan masa depan, di mana keberhasilan transformasi teknologi pada akhirnya diukur dari sejauh mana teknologi tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.(Mega)


Posting Komentar