Lampu Merah Gadget di Cimahi: dr. Irma Ajak Orang Tua Fruitcity Selamatkan Otak Anak dari Kecanduan Digital



CIMAHI –MEDIA CERMAT- Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini diisi dengan kegiatan edukatif di Fruitcity Cimahi. Lewat acara _FRUITCITY Creativity for Fun_, ratusan orang tua berkumpul untuk mengikuti _Parenting Class_ bertema *"Dampak Gadget Terhadap Pertumbuhan Otak Anak"

Sebagai pemateri, panitia menghadirkan *dr. R. Adj. Irma Indriyani. Nama beliau sudah tidak asing di dunia kesehatan holistik anak dan terapi tumbuh kembang di Cimahi.

Suasana aula penuh sejak awal. Para orang tua tampak serius mencatat setiap poin penting yang disampaikan dr. Irma, karena topik ini memang sedang jadi keresahan banyak keluarga.

Di awal pemaparan, dr. Irma langsung "menampar" dengan data realita. Ia menyebut saat ini sudah terlalu banyak anak yang mengalami gangguan karena terlalu lama main HP tanpa pengawasan.

"Efeknya tidak main-main. Fisik terganggu, mental juga ikut. Pertumbuhan anak jadi tidak sesuai usianya," ungkap dr. Irma di hadapan peserta.

Salah satu dampak paling terlihat adalah daya fokus anak yang menurun drastis. Anak jadi mudah bosan, sulit konsentrasi belajar, dan cenderung memilih diam dengan gawainya.

Masalah fisik pun ikut muncul. dr. Irma menyoroti meningkatnya kasus obesitas pada anak, serta keluhan tulang belakang seperti skoliosis akibat postur duduk saat main gadget terlalu lama.

Tak ketinggalan masalah mata. Ia menyayangkan banyak anak TK dan SD di Cimahi yang sudah memakai kacamata. Penyebab utamanya diduga paparan cahaya biru dari layar yang terlalu intens.

Melihat kondisi ini, pemerintah akhirnya turun tangan. *PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tunas* resmi diterbitkan untuk membatasi akses internet pada anak-anak.

dr. Irma menilai langkah ini tepat. Dengan adanya aturan tersebut, diharapkan muncul ekosistem digital yang lebih aman dan ramah untuk usia anak.

Tujuannya satu: memberi ruang bagi anak untuk tumbuh secara alami. Bermain, bersosialisasi, dan belajar tanpa harus bergantung pada layar setiap hari.

Namun menurut dr. Irma, pencegahan saja tidak cukup. Anak yang sudah terlanjur kecanduan juga butuh penanganan khusus agar bisa kembali normal.

Untuk itu, di *Rumah Holistiker Dokter Irma* pihaknya menyediakan tim terapis yang fokus menangani anak berkebutuhan khusus, baik gangguan perilaku maupun fisik akibat gadget.

"Kami tidak hanya edukasi. Kami juga turun langsung memberi terapi. Karena banyak anak yang sudah tantrum kalau tidak pegang HP, bahkan sampai obesitas," jelasnya.

Metode yang digunakan adalah terapi akupresur holistik yang terpadu. Tujuannya memperbaiki fungsi otak, menstabilkan emosi, melatih interaksi sosial, dan mengembalikan produktivitas anak.

"Anak yang kecanduan itu otaknya sudah terstimulasi oleh kesenangan instan dari layar. Itu yang harus kita putus pelan-pelan dengan pendekatan menyeluruh," papar dr. Irma.

Ia menutup sesi dengan ajakan kolaborasi. Menurutnya, menyelamatkan generasi Cimahi butuh kerja sama orang tua, sekolah, pemerintah, dan tenaga kesehatan.

"Kalau kita kompak dari sekarang, saya yakin kita bisa wujudkan Indonesia Emas. Kuncinya ada di anak-anak kita yang sehat secara fisik dan mental," pungkas dr. Irma.(Mega)

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar