SMPN. 5 Cimahi Siap Ikuti Aturan Sesuai Instruksi Disdik.

Cimahi (MEDIA CERMAT) Melansir dari berita yang sudah ditayangkan oleh Media lain tanggal. 4/10/25 menyampaikan bahwa SMPN. 5 Diduga abaikan Himbauan KDM berkaitan dengan kegiatan Renang untuk Sekolah di Jabar.

Jelas sekali maksud dan tujuan Vidio KDM di YouTube dengan lugas  ia mengatakan yang intinya tidak ada masalah dengan kegiatan.

selanjutnya awak media konfirmasi ke Sekolah yang berkaitan dengan berita tersebut  menemui Kepsek serta para Guru Olah Raganya, mereka mengatakan Kami akan Patsun kepada aturan, selama aturan itu (SK) datangnya dari Disdik, maka hal tersebut kami anggap legal tegas Guru Olahraga, namun dibalik semua itu, akan lebih bijak bilamana melekukan konfirmasi sebelumnya (agar berita berimbang).

Kami dari awak media yang liputan rutin di Kota Cimahi bertemu dengan beberapa orang tua (sempling) mengatakan dengan tegas, kami mendukung program olah raga renang ini pa wartawan selama kegiatannya berorientasi untuk kemajuan anak anak kami, lagian dari pihak Gurunya tidak ada paksaan dan anak anak kami enjoy enjoy saja ko paparnya lanjut.

" Begini pa wartawan tambahnya, untuk bapa ketahui juga, bagi orang tua tidak mampu tidak ada paksaan dan malah ada lo anak anak teman saya (maaf pa wartawan ya kami engga sebut nama namanya)  malah dikasih ongkos dan renang dibebaskan, artinya, kata siapa ini melanggar, kalau menurut kami nih pa, maaf, kami engga munafik ko, kami/anak kami butuh olah raga tersebut, salah satunya nanti kalau ada jodoh anak kami masuk militer/polisi  kan salah satu testnya, kan renang, nah Alhamdulillah sekolah mengadakan renang karena kami tidak sempat mendidik anak anak kami untuk renang, beda dengan 15-20 tahun kebelakang, di kampung kampung banyak kolam kolam warga, kali airnya bersih, maka anak anak bisa belajar/latihan (semacam otodidak lah pa) nah, sekarang solusinya kami harus mendukung kegiatan ini untuk anak anak kami ikutan renang, lalu dimana salahnya pa imbuhnya".

Maaf pa wartawan, kami sebagai orang tua engga mau munafik, karena munafik itu dosa, setahu kami, kalau engga mau anak anaknya renang nih ya sudah, Sekolah engga maksa ko dan tolong juga jangan ngomong kemana mana (bahasa gaulnya ember) kami juga engga mau gara gara satu dua orang lalu diberitakan maka anak kami yang ketempuhan. kan kami butuh anak anak kami bisa renang pa, kalaupun bayar itu sudah jadi resiko, kalau engga ikut Yoo Monggo. tolong jangan ember dong tutupnya.

lalu pewarta mendatangi Sekolah dan konfirmasi selanjutnya perihal kigiatan renang, intinya. para Guru Olah Raga 1. tidak memaksa bagi orang tua tidak mampu. 2. Guru olah Raga siap dan sudah menyampaikan, bila ada yang tidak mampu tolong di bicarakan, maka kami akan cari solusi dan di-gratiskan tutur GO nya. dan itu sudah kesepakan dengan Kepsek dan para orang tua terdahulu tegasnya. Nah sekarang apa lagi pa, mohon maaf pa, kami siap kapan saja menghentikan kegiatan renang/kegiatan lainnya, selama ada istruksi dari Dinas, maaf pa bukan kami seenaknya, hal tersebut ada di kurikulum dan itu harus dilaksakan tambahnya.") Yhs.

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar